Untuk melihat keberhasilan digital marketing maka perlu dilakukan pengukuran, apakah usaha yang telah dilakukan mencapai target yang diinginkan, atau sudah seberapa jauh hasil yang diperoleh dari upaya-upaya yang dilakukan.
Pengukuran dari kegiatan digital marketing dikenal dengan istilah digital marketing metric. Berikut ini adalah sebagian dari metric yang sering digunakan, atau pengukuran yang dinilai sangat penting sebagai acuan keberhasilan upaya digital marketing.
Pertama, Conversion Rate (CR) atau Tingkat konversi adalah metrik yang paling sederhana tetapi tidak bisa dianggap tidak penting. Tingkat konversi adalah persentase pengunjung yang mengakhiri kunjungannya dengan tindakan yang diinginkan, seperti misalnya membeli, mengunduh aplikasi, atau mengirimkan formulir kontak.
Untuk ilustrasi misalkan ada sebuah landing page dengan target pengunjung mengisi formulir kontak berupa no wa atau alamat email. Katakan dari 100 pengunjung landing page tersebut diperoleh 57 pengunjung yang mengisi formulir, maka CR atau Convertion Rate berada di angka 57%.
Disini keuntungan teknologi digital marketing, tidak perlu menunggu periode kampanye selesai untuk memperbaiki landing page agar lebih mendorong pengunjung mengakhirinya dengan tindakan yang diinginkan. Landing page dapat diperbaiki sepanjang waktu sehingga peningkatan CR dapat diperoleh sesuai target.
Kedua, Click-through Rate (CTR), atau Rasio Klik-tayang adalah rasio pengguna yang mengklik tautan dari jumlah total pengguna yang melihatnya. CTR sering digunakan untuk mengukur keberhasilan iklan online.
MIsalkan sebuah iklan ditampilkan di sebuah halaman berita. Ada 100 orang mengunjungi halaman berita tersebut, namun hanya 30 orang saja yang meng-klik tautan iklan tersebut, artinya CTR iklan tersebut berada di angkat 30%.
Ketiga, Cost-per Click (CPC) atau Biaya Per Klik, yaitu menunjukkan berapa banyak biaya yang diperlukan untuk membayar ketika iklan diklik. CPC digunakan untuk menilai efektivitas biaya kampanye iklan.
Seperti halnya biaya iklan di televisi atau radio, biaya iklan online tidak sama di setiap waktu. Untuk penayangan iklan di masa-masa banyak pemirsa, atau biasa disebut sebagai waktu utama atau prime time, biaya penayangan iklan adalah yang tertinggi. Sedangkan di luar periode prime time, biasanya lebih rendah.
Selain itu, iklan online sering dikaitkan dengan kata kunci yang sesuai dengan sasaran pemirsanya. Di dunia digital marketing, setiap kata kunci juga memiliki harga tayang yang berbeda-beda. Kata kunci yang populer, yang sering dicari orang, memiliki biaya tayang yang lebih tinggi dari kata kunci-kata kunci lainnya.
Cost per click merupakan nilai rata-rata biaya yang harus dikeluarkan untuk menayangkan setiap iklannya.
keempat, Cost per Action disingkat CPA, atau biaya yang dikeluarkan untuk tindakan yang dilakukan oleh pengunjung.
Ilustrasinya sebagai berikut. Sudah disiapkan landing page dimana pengunjung landing page diarahkan untuk mengisi formulir kontak. Untuk mempromosikan landing page disusun iklan.
Misalkan ditayangkan seribu tayangan iklan dengan biaya total 1 juta. Dari seribu tayangan iklan ini diperoleh 400 orang mengklik iklan dan berkunjung ke landing page. Dari 400 orang yang berkunjung ke landing page ini, diperoleh 40 orang mengisi formulir kontak. Maka, CPA dari kampanye ini berada di angka 1 juta per 40 data kontak, atau 25 ribu per data kontak.
kelima, Cost per Lead (CPL) adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh data pengunjung. Jadi CPL ini sama dengan CPA dalam kasus sebelumnya, dimana pada kasus tersebut tindakan yang diinginkan adalah kontak.
Perlu diingat bahwa tindakan yang diharapkan tidak selalu nama kontak, tetapi bisa berupa pembelian barang. Dalam hal pembelian barang, maka CPL tidak sama dengan CPA.
keenam, Customer Acquisition Cost (CAC), atau biaya total yang diperlukan hingga seorang kontak melakukan pembelanjaan. Jadi, biaya ini bisa merupakan total dari biaya kampanye (iklan, dan sebagainya), biaya orang atau gaji karyawan yang terlibat, biaya-biaya teknologi termasuk software, dan biaya-biaya lainnya termasuk biaya konsultan, designer dan sebagainya.
Jadi CAC ini seperti rangkuman biaya hingga seseorang melakukan pembelian atau bertransaksi. Angka ini kemudian biasa digunakan untuk penetapan anggaran kampanye berikutnya.
Ketujuh, Return on Ad Spend (ROAS), atau Laba atas Belanja Iklan. Sederhana dan mudah dipahami, ini adalah salah satu metrik pemasaran digital terpenting untuk mengukur kinerja iklan. Laba atas belanja iklan adalah jumlah pendapatan yang diperoleh bisnis untuk setiap rupiah yang dihabiskan untuk iklan. ROAS sering digunakan sebagai metrik utama untuk setiap kampanye pemasaran digital dan dari sini akan mudah dirasakan perbedaannya antara kampanye yang efektif dan tidak efektif.
Bila sebelumnya ada Cost per Action yang hanya sampai tindakan yang diinginkan, maka ROAS lebih jauh lagi perhitungannya yaitu hingga terjadinya laba. Untuk ilustrasinya adalah bila ROAS sebesar 40, maka itu artinya laba yang dihasilkan sebesar 40 kali biaya iklan. Bila biaya iklan 100 juta, maka laba yang diperolehnya sebesar 4 milyar.
Ada banyak lagi pengukuran digital marketing yang perlu diketahui yang bisa dipelajari lebih jauh di buku ajar.
